Belajar Keuangan Dari Penjudi Profesional

Beberapa hari yang lalu, saya telah berkenalan dengan salah seorang teman baru di sebuah acara pelatihan yang sangat panjang. Pelatihan atau training berlangsung selama 7 hari dan setiap hari jadwalnya dimulai dari jam 7 pagi dan berakhir pada sore hari jam 5 sore.
Cukup sangat melelahkan tetapi juga sekaligus cukup sangat mencerahkan karena di situ saya belajar banyak sekali hal yang sangat bermanfaat. Di program training ini, saya berkenalan dengan banyak teman teman baru dari berbagai profesi yang berbeda – beda, mulai dari dokter, guru, sekretaris, PNS, pengusaha, dan masih banyak lagi.
Salah satu teman baru yang saya kenal disana, sebut saja namanya si Amir. Singkat cerita saja, Amir mengaku profesinya selama belasan tahun ini adalah seorang penjudi ataupun pemain judi online, dan dia berhasil menghidupi istri dan dua orang anaknya selama belasan tahun ini dari hasil bermain judi maupun judi online, tapi salah…dia tidak mau disebut pemain judi ataupun penjudi lhooo, tapi dia menyebut dirinya seorang yang berbisnis judi atau pengusaha judi dalam judi online
Dan dia menyebut dirinya seorang pebisnis judi, yang punya prinsip tidak mau merugikan orang lain. Makanya dia tidak pernah mau bermain judi dengan teman atau individu perseorangan, tetapi yang dia lakukan untuk berjudi adalah pergi ke kasino kasino yang berada di luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Macau, dll atau bermain judi online. karena judi online tidak merugikan orang lain.
Mungkin saat Anda membaca cerita saya tentang si Amir yang hidup sebagai penjudi ataupun lewat judi online, sebagian dari Anda membacanya sambil menkerutkan kening Anda …..hehehe….
Jangankan Anda, saya saja mengatakan ke dia bahwa dia adalah termasuk orang langka. Karena baru pertama kali ini saya punya berkenalan dengan orang yang punya profesi seperti beliau ini yaitu penjudi ataupun lewat judi online
Nah teman-teman, terlepas dari apa yang Amir lakukan untuk membiayai kehidupan keluarga nya selama belasan tahun ini, terlepas dari benar atau salah secara moral dan etika, terlepas dari “judgement” atau “penghakiman” masyarakat terhadap image seorang penjudi pada umumnya, saat mendengarkan cerita-cerita yang beliau katakan, ada hal-hal yang saya salut dan kagumi dari prinsip hidup dan keuangan yang beliau paparkan.
Pada saat saya menanyakan apakah setiap kali berbisnis judi di kasino, dia selalu menang dan dapat uang untuk dibawa pulang, beliau dengan jujur dan terbuka, mengatakan TIDAK selalu.
Ada kalanya dia juga mengalami kekalahan, dan kehabisan semua modal bisnis judi yang dibawanya ke kasino. Dan Amir berkata bahwa salah satu prinsip yang dipegangnya selama ini dalam berjudi adalah jangan pakai EMOSI, dalam artian saat menang, harus tahu saatnya berhenti, jangan SERAKAH. Dan saat kalah, juga harus tahu saatnya berhenti, jangan NAFSU untuk membalas kekalahan atau mengembalikan uang yang hilang.
Buat Anda yang sudah baca dan ikuti workshop Property CASH Machine , tentunya Anda sudah paham benar bahwa prinsip jangan pakai emosi ini juga menjadi aturan no 1 yang harus di kuasai seorang investor dalam bernegosiasi.
Bukan artinya berinvestasi properti, sama dengan berjudi, karena ini jelas suatu hal yang berbeda. Tetapi yang saya mau tekankan disini adalah, jika aturan main jangan pakai emosi, terbukti dapat membuat seorang Amir sukses membiayai kehidupan keluarga nya selama belasan tahun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *